Premiasuransi adalah kewajiban pihak tertanggung kepada pihak penanggung yang berupa pembayaran uang dalam jumlah tertentu secara periodik. Jumlah premi tergantung pada faktor-faktor yang menyebabkan tinggi rendahnya tingkaat risiko dan jumlah nilai pertanggungan.
Di tengah pandemi COVID-19 yang masih belum juga usai, kesadaran memiliki Asuransi di Indonesia ternyata perlahan makin meningkat. Hasil Manulife Asia Care Survey pada November 2020 lalu menunjukkan 43% responden dari Indonesia menyatakan telah berinisiatif mencari informasi seputar produk dan layanan asuransi dalam rangka merespons pandemi. Setali tiga uang, survei yang dilakukan oleh lembaga riset AC Nielsen juga menyebutkan, kesadaran masyarakat Indonesia di kota-kota besar untuk memiliki produk Asuransi jiwa mencapai 24%. Angka itu tidak terlalu jauh dengan Singapura yaitu 26%. Kenaikan kesadaran memiliki Asuransi jiwa ini tidak bisa dilepaskan dari situasi ketidakpastian yang makin tinggi dan meningkatnya risiko kematian akibat pandemi COVID-19 yang telah merenggut jutaan korban di seluruh dunia. Keberadaan Asuransi jiwa akan membantu kita mengelola risiko kerugian finansial yang mungkin terjadi yang bisa mengguncang stabilitas keuangan keluarga. Di tengah ancaman wabah penyakit infeksius seperti COVID-19, risiko kerugian itu makin besar seiring seiring risiko kematian yang meningkat. Dengan memiliki Asuransi jiwa, keluarga yang ditinggalkan bisa memiliki bekal finansial yang memadai berupa Uang Pertanggungan UP untuk melanjutkan hidup ketika tiba-tiba pencari nafkah keluarga meninggal dunia. Namun, bagaimana cara mengetahui nilai Uang Pertanggungan UP Asuransi jiwa yang tepat? Mengetahui berapa kebutuhan Uang Pertanggungan UP yang memadai adalah hal penting supaya kita terhindar dari kondisi under-insured hanya karena nilai proteksi tidak sesuai dengan yang seharusnya. Untuk mengetahui berapa Uang Pertanggungan UP Asuransi jiwa yang sebaiknya dimiliki sesuai kebutuhan dan kondisi finansial, kita bisa mengikuti beberapa cara perhitungan berikut ini. Income Replacement Based Pendekatan ini terbilang sederhana yaitu dengan menghitung kebutuhan Uang Pertanggungan UP berdasarkan rata-rata pendapatan yang diterima setiap bulan yang disetahunkan, lalu dikalikan dengan jangka waktu dana tersebut bisa menopang kehidupan ahli waris. Metode ini tidak memperhitungkan pertumbuhan dana di masa depan ataupun faktor inflasi. Contoh penghitungannya, Budi adalah pencari nafkah satu-satunya dalam keluarga dan menanggung kehidupan istri dan satu anak berusia 8 tahun saat ini. Penghasilan Budi mencapai Rp10 juta per bulan. Budi ingin memproteksi penghasilannya dengan Asuransi jiwa setidaknya hingga si anak berusia 23 tahun, yaitu usia di mana anak dianggap sudah bisa mencari pendapatan sendiri. Dengan begitu, jangka waktu proteksi Asuransi jiwa yang dibutuhkan Budi mencapai 15 tahun. Artinya, Uang Pertanggungan yang dibutuhkan adalah Rp10juta perbulan selama 15 tahun yakni Rp1,8 miliar. Human Life Value Based Pendekatan ini memperhitungkan pendapatan setiap bulan yang disetahunkan dan memasukkan pula asumsi pertumbuhan dana. Diharapkan, Uang Pertanggungan UP akan ditempatkan di sebuah instrumen investasi yang memberikan pendapatan sebesar penghasilan yang diproteksi. Mengacu pada imbal hasil Obligasi Ritel Indonesia ORI terakhir yaitu ORI019 yang memberikan return 5,57% per tahun, maka jumlah Uang Pertanggungan yang dibutuhkan adalah sebesar Rp10 juta perbulan selama setahun dibagi 5,57% yakni Rp2,15 miliar. Dari contoh ini, maka kelak kala Uang Pertanggungan UP keluar maka ahli waris akan menempatkan dana tersebut dalam instrumen rendah risiko seperti ORI di mana imbal hasil tetap per bulannya bisa digunakan untuk menutup kebutuhan ahli waris. Baca Juga Dana Darurat, Asuransi atau Investasi Mana yang Lebih Penting Didahulukan? Needs Analysis Approach Metode ini lebih kompleks karena fokus pada pemenuhan kebutuhan biaya hidup ahli waris termasuk kebutuhan spesifik seperti dana pendidikan anak dan lain-lain. Pendekatan ini juga memperhitungkan nilai Asuransi jiwa yang sudah dimiliki Tertanggung. Sebagai contoh, dalam kasus Budi, kebutuhan hidup anak dan istri masing-masing mencapai Rp3,5 juta per bulan. Sedangkan kebutuhan dana pendidikan anak hingga pendidikan tinggi mencapai Rp1,5 miliar. Diketahui pula bahwa Budi sudah memiliki Asuransi jiwa dari tempat kerja senilai Rp500 juta dan nilai aset sekitar Rp500 juta. Dengan berbagai variabel tersebut, maka kebutuhan Uang Pertanggungan UP Asuransi jiwa Budi adalah dengan menjumlahkan perkiraan kebutuhan biaya hidup istri, perkiraan kebutuhan biaya hidup anak hingga usia anak mandiri, dan dana sekolah anak hingga pendidikan tinggi. Kemudian hasilnya dikurangi dengan Nilai UP Asuransi jiwa dari kantor dan nilai aset yang bisa dicairkan. Itulah cara menghitung kebutuhan Uang Pertanggungan UP Asuransi jiwa yang bisa kamu ikuti. Tidak sulit, bukan? Dengan mengetahui berapa Uang Pertanggungan UP yang kamu butuhkan secara memadai, risiko keuangan keluarga bisa terkelola lebih baik. Terima kasih telah menghubungi Manulife Indonesia. Kami akan segera merespon pesan Bapak/Ibu pada jam operasional kami. Siap Menunggu Wah, tampaknya ada yang salah! Error Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Silakan coba kembali beberapa saat lagi. Temukan Artikel Lainnya Asuransi Jiwa Tanda Cinta Pada Keluarga 3 Alasan Mengapa Asuransi Pendidikan Anak Penting Dimiliki Orang Tua Tentang Manulife Manulife Indonesia melayani lebih dari 2,5 juta nasabah di Indonesia Selengkapnya Layanan Panduan pembayaran Premi Manulife Indonesia Selengkapnya Artikel Kumpulan artikel Manulife Indonesia. Lihat Artikel Lainnya
Adabeberapa kriteria pembelian sertifikat Bank Indonesia, untuk masyarakat umum minimal harus Rp 100.000.000 dan selebihnya dengan kelipatan Rp 50.000.000, namun khusus untuk mahasiwa hanya dikenakan pembayaran dengan satuan terkecil yakni Rp 1.000.000 minimal sudah bisa memliki sertifikat ini.
Ilustrasi asuransi. Foto thodonal88/ShutterstockKamu pasti pernah dengar kata asuransi. Memiliki asuransi ini menjadi satu hal penting dilakukan jika terjadi sesuatu yang merugikan. Lantas, apa itu Asuransi?Apa Itu AsuransiAsuransi adalah pertanggungan yaitu perjanjian dua pihak, di mana satu pihak berkewajiban membayar iuran dan pihak lain berkewajiban memberikan jaminan sepenuhnya kepada pembayar iuran apabila terjadi sesuatu yang menimpa pihak pertama atau barang miliknya sesuai dengan perjanjian yang itu, bisnis asuransi adalah praktik usaha yang menanggung risiko dari peserta ke perusahaan asuransi. Cara menutup risiko tersebut adalah dengan mengakumulasikan dana yang sudah dibayarkan seluruh peserta untuk dibayarkan pada peserta yang terkena Cara Kerja Bisnis Asuransi?Asuransi membutuhkan nasabah agar dapat berjalan. Untuk menarik nasabah, butuh teknik marketing yang menarik, seperti penawaran produk yang berbeda dari produk asuransi lain dan membangun branding yang kuat agar nasabah percaya pada produk perlindungan yang juga untuk memfokuskan produk perlindungan agar nasabah dapat memilih asuransinya sesuai kebutuhan seperti, produk asuransi kesehatan, asuransi jiwa, asuransi pendidikan, dan itu biaya premi? Biaya premi adalah jumlah uang yang harus dibayarkan pada waktu tertentu kepada pihak asuransi. Nah, nasabah wajib membayar biaya premi sesuai ini diperlukan agar peserta lain yang mengalami masalah dapat dibantu. Jadi, cara kerja asuransi ini seperti perputaran uang dari peserta untuk menutup risiko yang dialami peserta ada peserta atau nasabah asuransi yang mengajukan klaim, perusahaan asuransi wajib memproses asuransi itu. Setiap perusahaan tentu memiliki syaratnya masing-masing dalam pengajuan klaim. Peserta atau nasabah perlu mengetahui syarat-syarat itu agar pengajuan klaimnya dapat diproses dengan baik. Itulah penjelasan mengenai apa itu asuransi dan cara kerjanya. day
Kaliini LinovHR akan menjelaskan secara lengkap dan detail mengenai apa itu payroll dan cara perhitungannya dalam perusahaan. Daftar Isi. Pengertian Payroll. Metode Perhitungan Gaji Karyawan. Metode Netto. Metode Gross. Metode Gross Up. Contoh Perhitungan. Contoh Menghitung Gaji Karyawan Tetap Bulanan.
Cara menghitung premi asuransi jiwa bisa kamu lakukan dengan mengetahui terlebih dahulu berapa uang pertanggungan yang kamu butuhkan. Untuk memberikan gambaran, premi asuransi jiwa yang tersedia di Lifepal berkisar mulai dari Rp100 ribuan sampai jutaan rupiah per bulan. Kembali besaran preminya disesuaikan dengan profil nasabah dan manfaat polis yang dipilih. Untuk lebih jelasnya, ada rumus cara menghitung jumlah premi yang harus dibayarkan. Yuk, ketahui rumus perhitungan premi asuransi jiwa berikut ini! Dengan banyaknya faktor yang memengaruhi premi, maka besaran premi yang harus kita bayar juga akan beragam. Tergantung pada perusahaan asuransi jiwa yang menentukan jumlah premi, jenis asuransi, hingga faktor-faktor yang memengaruhi lainnya. Nah, perusahaan asuransi jiwa dalam menentukan premi berdasarkan beberapa hal penting berikut ini Usia nasabah Jenis kelamin Jenis polis unit link atau tidak Limit uang pertanggungan Karena itu sebagai langkah pertama, ketahui terlebih dahulu besaran uang pertanggungan yang kamu butuhkan dengan kalkulator uang pertanggungan pengeluaran berikut Setelah mengetahui besaran uang pertanggungan yang dibutuhkan, barulah kamu bisa memilih polis asuransi dengan limit asuransi yang sesuai kebutuhan. Jadi, preminya pun bisa tidak terlalu mahal atau benar-benar sesuai kebutuhan. Meski begitu, perlu digaris bawahi bahwa menghitung besaran premi masing-masing individu tidak bisa diseragamkan. Bahkan biasanya setiap perusahaan memiliki kalkulator preminya masing-masing. Namun untuk perhitungan premi asuransi jiwa secara keseluruhan, cukuplah mudah. Yaitu dengan mengalikan tarif premi yang harus kita bayarkan dengan jumlah tanggungan. Ini dia rumus cara menghitung premi asuransi jiwa Jumlah Premi Tarif Premi x Jumlah Pertanggungan Asuransi jiwa perorangan biasanya memiliki tarif premi lebih murah dibandingkan dengan asuransi jiwa kelompok sebab tarif premi asuransi jiwa kelompok akan dikalikan dengan jumlah tanggungan dalam satu polis. Sebagai contoh soal premi asuransi jiwa berikut. Kamu hendak membeli asuransi jiwa di Lifepal dengan tarif premi Rp120 ribu per bulan. Kemudian, kamu akan mendaftarkan istri dan juga satu orang anakmu. Maka, jumlah premi asuransi yang harus kamu bayarkan adalah Rp120 ribu x 3 tanggungan = Rp360 ribu per bulan Tentu saja, tiap perusahaan asuransi di Indonesia memiliki rumus dan referensi lainnya yang berbeda-beda. Jangan sungkan untuk mengonsultasikan perihal ini kepada agen asuransi atau perusahaan asuransi secara langsung supaya mendapatkan informasi yang lebih akurat. Apa perbedaan antara premi dengan uang pertanggungan? Selain mengetahui jumlah premi yang harus kita bayarkan, kita juga perlu tahu besaran uang pertanggungan yang akan kita dapatkan dari asuransi tersebut. Pasalnya besaran uang pertanggungan yang bakal didapat sesuai dengan jumlah premi yang kita bayarkan. Agar lebih memahaminya, tentu kita harus tahu betul apa itu premi dan uang pertanggungan. Premi asuransi adalah sejumlah uang yang harus kita bayarkan sebagai nasabah pada waktu tertentu berdasarkan polis asuransi. Premi dibayarkan berkala, bisa per bulan, tiga bulan, enam bulan, atau setahun sekali tergantung kesepakatan awal antara pihak tertanggung dengan penanggung. Sedangkan uang pertanggungan di asuransi jiwa adalah sejumlah uang yang akan diberikan kepada ahli waris apabila terjadi risiko meninggal terhadap diri tertanggung. Uang pertanggungan punya empat manfaat utama. Digunakan untuk membayar utang-utang, sehingga tertanggung tidak mewarisi utang kepada ahli waris. Berfungsi sebagai pemasukan atau biaya kehidupan pasangan. Dimanfaatkan untuk membayarkan pengeluaran-pengeluaran akhir, misal melunasi rumah sakit, biaya penguburan atau kremasi, membayar rumah duka, dan lain sebagainya. Bisa menjadi tabungan untuk biaya pendidikan anak. Besaran premi asuransi jiwa dilihat dari sisi nasabah Setiap jenis asuransi, memiliki ketentuan berbeda untuk menentukan besaran premi yang harus kita bayarkan. Untuk perhitungan premi asuransi jiwa, besarannya dipengaruhi oleh beberapa hal. Berikut di antaranya 1. Tipe asuransi Cara menghitung asuransi jiwa untuk besaran biaya premi yang harus dikeluarkan adalah dengan mengetahui tipe asuransi. Premi asuransi jiwa murni atau berjangka life term akan lebih murah dibandingkan asuransi jiwa jangka panjang whole life. Mengapa demikian? Asuransi jiwa murni menawarkan jangka waktu perlindungan 10, 20, dan 30 tahun. Sedangkan, asuransi jiwa jangka panjang memiliki proteksi selama nasabah hidup. Sehingga premi asuransi jiwa jangka panjang lebih mahal daripada berjangka yang bersifat fleksibel. Khusus untuk tipe asuransi jiwa yang cocok buat kamu, silakan gunakan kuis jenis asuransi jiwa terbaik berikut ini. Kalkulator berikut membantu kamu buat menentukan pilihan yang tepat sesuai kebutuhanmu. 2. Jangka waktu Jangka waktu akan menentukan besar kecil premi. Misalnya, premi untuk perlindungan 10 tahun lebih rendah dibanding 20 tahun. Maka pilihlah yang sesuai dengan kebutuhan. 3. Usia Usia akan mempengaruhi premi yang harus kita bayarkan. Makin muda kita memiliki asuransi jiwa, maka akan makin terjangkau premi yang harus kita bayarkan. Sebaliknya, makin tua usia kita, maka semakin mahal biaya preminya. Hal ini karena risiko yang akan dialami juga semakin besar. 4. Jumlah uang pertanggungan Selain usia, jumlah uang pertanggungan asuransi UP juga memengaruhi premi asuransi. Makin banyak jumlah uang pertanggungan yang kita butuhkan, maka akan lebih besar pula premi yang harus dibayarkan. Sebagai contoh, UP Rp1 miliar biasanya butuh premi lebih besar daripada UP Rp500 juta. 5. Kondisi kesehatan Kondisi kesehatan merupakan faktor penting dalam rumus premi asuransi. Sebelum memiliki asuransi, perusahaan asuransi jiwa biasanya akan menanyakan riwayat kesehatan atau gaya hidup kita. Misalnya merokok, kerap berolahraga ekstrim, pernah sakit serius, atau menjalani operasi. Jika satu atau dua kondisi itu pernah kita alami, premi asuransi kita biasanya akan lebih tinggi. Besaran premi asuransi jiwa dilihat dari perusahaan asuransi Besaran premi asuransi jiwa juga dipengaruhi oleh faktor-faktor dari sisi perusahaan asuransi sebagai pihak penanggung. Berikut ini beberapa faktor yang memengaruhi besaran premi dari sisi penanggung. 1. Biaya-biaya yang dihitung Biaya yang harus kita tanggung seperti pajak dan biaya-biaya administrasi lain juga memengaruhi besaran premi. Makin banyak biaya tersebut, makin besar premi yang harus dibayar. 2. Manfaat yang diberikan Beragamnya manfaat yang diberikan satu produk asuransi membuat premi yang kita bayarkan lebih mahal. Maka bersikap bijaksanalah dan ambillah asuransi yang manfaatnya benar-benar kita butuhkan. Apakah premi asuransi jiwa bisa dicairkan? Mungkin ada beberapa hal yang membuat kamu ragu ketika akan membeli asuransi jiwa. Salah satunya, kegelisahan terkait apakah premi asuransi jiwa nantinya bisa dicairkan atau tidak. Jawabannya tentu saja bisa. Kamu bisa membeli produk asuransi jiwa dengan pengembalian premi Asuransi Jiwa RoP/Return of Premium, di mana nantinya premi akan dikembalikan pada nasabah ketika masa pertanggungan berakhir. Jumlah pengembalian premi yang didapatkan bervariasi, mulai dari 50 persen, 75 persen, atau bisa di atas 100 persen. Namun, perlu digarisbawahi jika tidak semua produk asuransi jiwa memberikan manfaat Return of Premium ini. Jika kamu ingin mendapatkan manfaat ini, pastikan kamu bertanya pada agen asuransi atau dengan membaca polis dengan seksama. Pertanyaan terkait cara menghitung premi asuransi jiwa Premi asuransi jiwa adalah besaran uang/dana yang harus nasabah setorkan pada pihak perusahaan asuransi untuk mendapatkan pertanggungan. Pertanggungan dalam asuransi jiwa sendiri adalah dalam bentuk uang pertanggungan atau UP yang akan dibayarkan kepada ahli waris atau pihak yang ditunjuk sebagai penerima manfaat saat tertanggung meninggal dunia. Beberapa faktor bisa menentukan besaran premi asuransi jiwa, antara lain tipe asuransi, jangka waktu, usia nasabah, jumlah uang pertanggungan, dan riwayat kesehatan. Rumus menghitung premi asuransi jiwa adalah Jumlah Premi Tarif Premi x Jumlah Pertanggungan. Perlindungan finansial dari asuransi penting untuk dimiliki agar kamu tidak terbebani dengan pengeluaran mendadak yang pada akhirnya bisa menguras tabunganmu. Misalnya, tagihan rumah sakit yang terlalu mahal atau mendadak harus melunasi biaya perbaikan kendaraan di bengkel saat kamu kebetulan sedang tidak memiliki dana simpanan. Terdapat berbagai pilihan produk asuransi yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan keuanganmu, yaitu Asuransi kesehatan Asuransi jiwa Asuransi mobil Asuransi motor, dan lainnya. Perusahaan asuransi dapat dikatakan bagus jika memiliki kesehatan keuangan perusahaan yang baik. Selain itu, pilihan polis yang beragam juga dapat menjadi indikator bagus atau tidaknya perusahaan tersebut. Dengan begitu, calon nasabah akan lebih mudah memilih polis yang dibutuhkan dan menyesuaikannya dengan anggaran yang dimilikinya. Untuk mendapatkan referensi produk asuransi terlengkap, cari tahu di Lifepal.
Pasal1. Ketentuan Umum. Dalam perjanjian ini, yang dimaksud dengan : 1. Sewa Guna Usaha (leasing) adalah kegaiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan barang modal baik secara sewa guna usaha dengan hak opsi (financial lease) untuk digunakan oleh Lesse selama jangka waktu tertentu berdasarkan pembayaran secara berkala;
Setiap produk asuransi memiliki batas waktu pembayaran premi, demikian juga dengan asuransi Prudential. Lalu, berapa lama jangka waktu pembayaran premi asuransi Prudential? Sebelumnya, perlu diketahui bahwa premi adalah iuran yang wajib dibayarkan peserta asuransi dalam jangka waktu tertentu kepada perusahaan asuransi Prudential. Pembayarannya bisa dilakukan dengan berbagai macam cara, seperti autodebet, transfer, pembayaran online, ataupun pembayaran langsung ke kantor pusat maupun perwakilan Prudential yang sudah ditunjuk. Jangka waktu pembayaran premi asuransi Prudential Pada dasarnya, jangka waktu pembayaran premi di setiap produk asuransi berbeda-beda. Hal ini tergantung kebijakan setiap perusahaan asuransi. Kalau di Prudential sendiri, jangka waktu yang disediakan cukup beragam dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan serta produk yang ingin dibeli. Jangka waktu pembayaran premi asuransi Prudential mulai dari 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun, atau tak terbatas selama nasabah masih menjadi pemegang polis atau belum menutup asuransi Prudential yang dimiliki. Untuk mengetahui jangka waktu asuransi secara spesifik, coba perhatikan informasi yang tertera di polis asuransi dan sesuaikan dengan jenis produk yang dipilih. Selain jangka waktu pembayaran premi asuransi Prudential yang beragam, harga preminya juga beragam dan berbeda-beda pada setiap produk asuransi Prudential yang ada.. Perlu diketahui, harga premi dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satunya, pada asuransi jiwa, premi dipengaruhi oleh besaran uang pertanggungan. Sebagai gambaran, berikut ini informasi mengenai harga premi asuransi Prudential sesuai jenis produknya Premi asuransi kesehatan Prudential, premi mulai dari Rp150 ribu per bulan Premi asuransi jiwa Prudential, premi mulai dari Rp55 ribu per bulan Premi asuransi Prudential pendidikan, premi mulai dari Rp500ribu per bulan Faktor yang mempengaruhi harga premi asuransi Prudential Jika kamu ingin membeli sebuah asuransi, pastikan nilai premi yang dibayarkan sesuai dengan kebutuhan. Sebab setiap asuransi memiliki manfaat yang menyesuaikan dengan nilainya. Khusus untuk kamu yang menggunakan asuransi kesehatan Prudential, ada beberapa faktor yang mempengaruhi nilai premi, antara lain 1. Tipe asuransi Pastinya tipe asuransi yang kamu pilih akan memengaruhi nilai premi yang dibayarkan. Contohnya, jika kamu menggunakan asuransi jiwa berjangka atau asuransi jiwa seumur hidup maka nilai preminya berbeda. Asuransi jiwa seumur hidup memiliki proteksi dengan masa berlaku selama nasabah masih hidup. Wajar aja premi asuransi jiwa seumur hidup lebih mahal daripada asuransi jiwa berjangka. 2. Jangka waktu Faktor ini juga masih berhubungan dengan tipe asuransi yang dipilih. Semakin lama jangka waktu yang dipilih, semakin besar pula nilai preminya. Misalnya aja premi untuk perlindungan 10 tahun lebih rendah dibanding 20 tahun. Jadi, pastikan kamu memilih jangka waktu asuransi sesuai dengan kebutuhan. Setelah 10 tahun bayar premi Prudential, nasabah bisa untuk tidak membayar premi asuransi lagi. Namun dengan catatan nilai investasinya telah cukup untuk membayar manfaat proteksi tahun-tahun berikutnya. 3. Usia Semakin tua usianya, semakin besar pula nilai preminya. Ini menjadi salah satu faktor yang juga harus dipertimbangkan dalam membeli asuransi. Itulah kenapa disarankan memiliki asuransi selagi masih muda. Termasuk juga saat membeli asuransi jiwa. Ingin tahu lebih lanjut tentang asuransi jiwa untuk yang masih muda? Coba simak penjelasannya di video berikut. 4. Jumlah pertanggungan Selain usia, jumlah pertanggungan menjadi penentu besaran nilai premi. Sebagai contoh, jika kamu masih lajang, 25 tahun, kondisi sehat, uang pertanggungan asuransi jiwa bisa mencapai Rp1 miliar. Namun, jika menikah dan punya anak, uang pertanggungan asuransi akan lebih dari itu dan preminya pun lebih tinggi. 5. Kondisi kesehatan Hal yang paling terakhir dan paling menentukan nilai premi adalah kondisi kesehatan anggotanya. Karena ini penting sekali, perusahaan asuransi sampai menanyakan riwayat kesehatan atau gaya hidup. Semakin banyak masalah kesehatan yang dimiliki, semakin tinggi nilai preminya Cara bayar asuransi Prudential Setelah memahami ilustrasi Prudential, kini saatnya kita cari tahu cara pembayaran premi asuransi Prudential di ATM dijelaskan dalam langkah berikut ini Masukkan ATM, Tekan PIN Pilih menu Transaksi Pilih menu Pembayaran Pilih menu Asuransi Pilih Prudential Masukkan kode pembayaran dan nomor polis Masukkan jumlah premi Periksa kembali nomor dan jumlah angka sudah tepat Setelah transaksi selesai simpan bukti pembayarannya dengan baik Pembayaran dengan cara autodebet adalah pembayaran dengan memotong tabungan nasabah secara otomatis pada tanggal yang sudah disepakati. Nominalnya tentu saja sesuai dengan jumlah premi yang harus dibayarkan. Sehingga memudahkan peserta untuk membayar premi tepat waktu tanpa takut lupa. Selain memotong sejumlah dana melalui tabungan, proses autodebet pun bisa dilakukan dengan cara memotong sejumlah dana dari kartu kredit yang sudah didaftarkan. Sementara itu, metode pembayaran menggunakan cara transfer lewat ATM, pembayaran menggunakan layanan Internet banking maupun pembayaran secara langsung di kasir Prudential memerlukan ingatan yang baik dari peserta agar membayarkan premi sebelum jatuh tempo. Sebagai catatan, beberapa bank yang sudah bekerja sama dengan asuransi Prudential dalam pembayaran premi adalah sebagai berikut Bank BCA Bank Permata Bank Mandiri Bank Danamon Bank CIMB Niaga Bank BRI Bank Panin BNI Maybank Kartu Kredit berlogo VISA atau Mastercard Sudah bayar premi dengan lancar? Yuk, sekarang pelajari ilustrasi premi asuransi kamu di Prudential. Bagaimana jika telat bayar premi asuransi Prudential? Setiap bulannya, ada tanggal yang ditetapkan sebagai tanggal maksimal pembayaran biaya asuransi Prudential. Jika telat bayar premi asuransi Prudential, maka akan ada masa tenggang atau grace period. Masa tenggang ini diberikan sebagai periode tambahan untuk melakukan pembayaran premi. Jika ingin asuransi tetap aktif, kamu harus segera membayar premi dalam periode ini. Akan tetapi, jika premi asuransi Prudential tidak dibayar sampai melewati masa tenggang ini, maka asuransimu akan menjadi tidak aktif atau disebut lapse. Jika polis lapse, artinya asuransi tidak bisa lagi digunakan, baik untuk menanggung jiwa maupun biaya kesehatan. Ilustrasi premi asuransi Prudential Sebagai ilustrasi asuransi Prudential, biasanya staf atau agen asuransi akan memberikan sebuah tabel pembayaran premi asuransi dalam waktu 10 tahun. Produk ini biasanya untuk produk asuransi jiwa unit link. Ada nilai proteksi dan investasi yang harus dibayarkan. Dalam memikat calon nasabah, kerap kali diberikan embel-embel “bayar premi 10 tahun, proteksi seumur hidup” begitulah beberapa tagline marketing asuransi jiwa. Perhatikan ilustrasi tabel premi asuransi berikut ini. Dalam tabel tersebut tertera durasi pembayaran premi disertai dengan perkiraan nilai investasi yang didapatkan sesuai dengan tingkat risikonya. Namun, jika ditelisik lagi, sebenarnya pembayaran premi tidak sepenuhnya dilakukan hanya 10 tahun saja seperti yang dijanjikan di awal. Kenapa? Karena hal tersebut amat bergantung pada nilai investasi. Seperti kita ketahui bahwa investasi di pasar modal memiliki risiko rendah, sedang, dan tinggi. Artinya pasti ada risiko kerugian yang harus dialami. Tidak mungkin ada investasi yang selalu untung. Artinya tidak ada jaminan jika pembayaran premi dilakukan hanya dalam waktu 10 tahun saja. Pasalnya, ketika nilai investasi turun atau bahkan jeblok, kamu tetap harus membayar biaya proteksi asuransi. Meskipun idealnya jika investasi bagus, biaya proteksi asuransi akan dibayarkan dari hasil nilai investasi yang berkembang. Namun, bila ternyata tidak ideal maka nasabah kadang kala perlu top-tup saldo premi meski sudah lewat 10 tahun. Ketidakpahaman hal tersebut banyak yang memutuskan untuk menutup asuransinya, padahal seharusnya risiko seperti hal ini sudah bisa diprediksi jauh sebelumnya. Ilustrasi keuntungan premi asuransi Prudential setelah 10 tahun Seperti yang dijanjikan, jika nilai investasinya menguntungkan, kamu tidak perlu lagi membayar premi sampai dengan usia tertentu sesuai dengan yang tertera di polis asuransi jiwa. Misalnya sampai usia 99 tahun. Artinya dengan membayar premi selama 10 tahun, kamu tetap akan mendapatkan proteksi hingga usia kamu mencapai 99 tahun. Untuk lebih jelasnya. Berikut ini adalah simulasi cara menghitung nilai investasi ini menggunakan contoh iuran premi Rp1 juta setiap bulannya. 1. Tahun pertama Biaya akuisisi x 100% x 12 = Premi proteksi Rp0 PruSaver x 12 = Total tabungan 2. Tahun kedua Biaya akuisisi x 60% x 12 = Premi proteksi x 40% x 12 = PruSaver x 12 = Total tabungan + = 3. Tahun ketiga Biaya akuisisi x 15% x 12 = Premi proteksi x 85% x 12 = PruSaver x 12 = Total tabungan + = 4. Tahun keempat Biaya akuisisi x 15% x 12 = Premi proteksi x 85% x 12 = PruSaver x 12 = Total tabungan + = 5. Tahun kelima Biaya akuisisi x 15% x 12 = Premi proteksi x 85% x 12 = PruSaver x 12 = Total tabungan + = 6. Tahun keenam Biaya akuisisi Rp0 Premi proteksi x 12 = PruSaver x 12 = Total tabungan + = 7. Tahun ketujuh Biaya akuisisi Rp0 Premi proteksi x 12 = PruSaver x 12 = Total tabungan + = 8. Tahun kedelapan Biaya akuisisi Rp0 Premi proteksi x 12 = PruSaver x 12 = Total tabungan + = 9. Tahun kesembilan Biaya akuisisi Rp0 Premi proteksi x 12 = PruSaver x 12 = Total tabungan + = 10. Tahun kesepuluh Biaya akuisisi Rp0 Premi proteksi x 12 = PruSaver x 12 = Total tabungan + = Dari contoh simulasi di atas maka nilai tabungan akan terlihat saat biaya akusisi nol persen, yaitu tahun keenam. Sehingga ketika dijumlahkan ketika kemu membayar premi Rp1 juta per bulan, maka total saldo investasi asuransi Prudential selama 10 tahun adalah Namun demikian, pada praktiknya memang sangat dipengaruhi dengan kinerja investasi itu sendiri. Jika kinerja investasinya baik, kamu tidak perlu lagi membayar premi setelah 10 tahun. Sebaliknya jika kinerja investasinya buruk, kamu perlu membayar lagi. Secara sederhana, nilai investasi yang kamu keluarkan sebetulnya bukan nilai investasi yang bisa kamu nikmati. Melainkan nilai investasi yang akan membayarkan seluruh biaya proteksi dan asuransi kamu selepas 10 tahun kamu menabung membangun investasi kamu itu sendiri. Perhitungan premi asuransi Prudential Bagi kamu yang menggunakan asuransi Prudential, ada banyak cara untuk menghitung premi yang harus dibayarkan. Salah satunya dengan menggunakan kalkulator premi. Kamu tinggal mengisi beberapa hal seperti informasi latar belakang kamu, perkiraan usia pensiun, perkiraan pengeluaran bulanan setelah pensiun, hingga langkah keuangan kamu dalam beberapa tahun ke depan. Gunakan kalkulator uang pertanggungan dari Lifepal berikut ini untuk mengetahui premi yang harus kamu bayarkan untuk asuransi jiwa. Syarat mencairkan saldo asuransi Prudential Ketika kamu membeli produk unit link, nilai investasi tersebut bisa dicairkan atau kamu bisa melakukan klaim asuransi Prudential setelah 10 tahun. Namun, ketika kamu ingin melakukan klaim ataupun mencairkan saldo asuransi Prudential, berikut syarat yang wajib dipenuhi. Polis dalam keadaan aktif Ketika kamu memiliki produk investasi, minimum penarikan saldo Rp1 juta dengan sisa saldo minimal Rp15 juta Ketika kamu membeli produk konvensional, minimal penarikan Rp500 ribu dengan sisa saldo Rp1 juta Sementara untuk produk syariah, minimum penarikan Rp1 juta dengan sisa saldo Rp3 juta Selain itu, cara klaim asuransi jiwa Prudential setelah 10 tahun pastikan juga nama pemilik rekening sama dengan pemegang polis Lengkapi dokumen penarikan mulai dari formulir penarikan dana, identitas diri, buku rekening dan lain-lain. Cara cek saldo asuransi Prudential Kamu tidak ingin mencairkan nilai tunai, tapi hanya melakukan cek saldo? Begini cara mudah untuk mengetahui saldo asuransi Prudential kamu. Menghubungi layanan call center Prudential di 1500085 untuk melakukan cek saldo Kunjungi laman dan login untuk mendapatkan informasi akun Ketik *141*85, kemudian pilih angka 2 untuk mendapatkan menu informasi polis. Selanjutnya masukan nomor polis dan sandi TIN. Itulah sekilas tentang premi asuransi Prudential yang perlu kamu pahami lebih mendalam. Pahami risikonya ketika kamu memutuskan untuk membeli asuransi jiwa unit link, asuransi pendidikan, atau dana pensiun. Karena pada dasarnya nilai investasi yang dibayarkan bukan untuk dinikmati secara konsumtif. Melainkan untuk memberikan manfaat “bebas premi” setelah melewati masa pembayaran selama 10 tahun atau lebih. Prudential Indonesia menawarkan produk perlindungan finansial melalui Prudential Syariah dalam menjawab kebutuhan masyarakat yang menginginkan proteksi berbasis syariat. Jangan mudah tergiur pada beberapa asuransi dengan investasi tanpa mengetahui risiko, kelebihan, dan kekurangannya. Pertimbangkan dengan matang asuransi yang paling kamu butuhkan. Bedakan pula antara kebutuhan proteksi dan investasi, agar masing-masing bisa berjalan dengan optimal. FAQ seputar premi asuransi Prudential Berapa lama bayar premi asuransi Prudential?Jangka waktu pembayaran premi asuransi Prudential berbeda-beda untuk setiap produk. Ada produk asuransi Prudential yang memberlakukan jangka waktu pembayaran selama 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun, atau selama polis masih aktif dan belum ditutup. Apa saja faktor yang menentukan besaran premi asuransi Prudential?Besaran premi asuransi Prudential yang harus dibayarkan oleh tiap nasabah tidaklah sama sebagaimana ada banyak faktor yang menentukan jika dilihat dari sisi risiko kesehatan dan polis asuransi yang dipilih. Faktor-faktor tersebut meliputi tipe asuransi yang dipilih oleh nasabah, jangka waktu perlindungan, usia calon nasabah, kondisi kesehatan pribadi, dan berapa banyak orang yang ditanggung.
PengertianAsuransi Jiwa. Berdasarkan Buku 4 Perasuransian yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Asuransi Jiwa adalah asuransi dengan objek pertanggungannya berupa orang, dan yang dipertanggungkan adalah kehidupan seseorang. Selain jiwa, jaminan dapat diperluas hingga mencakup kesehatan dan kecelakaan. Asuransi
Biaya asuransi ada banyak macamnya. Biasanya saat memiliki asuransi, pemegang polis diwajibkan untuk tahu apa saja jenis biaya yang perlu dibayarkan. Tujuannya agar ketika membeli polis, pemegang polis tersebut bisa mengerti bahwa ada iuran asuransi lain yang dikeluarkan di luar premi yang sudah ditentukan. Kamu akan sering menemui istilah biaya-biaya ini dan terutama lagi ini adalah yang kamu harus bayar saat memutuskan untuk membeli produk proteksi. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui apa saja jenis-jenis biaya tersebut. Jenis-jenis biaya asuransi Sebenarnya, biaya asuransi yang paling umum adalah premi asuransi. Premi asuransi adalah biaya yang wajib dibayarkan pemegang polis dengan nominal dan jangka waktu yang sudah ditentukan dalam perjanjian polis. Selain premi, berikut biaya-biaya yang dikenakan dan wajib dibayarkan. Kebanyakan ada pada asuransi unit link, yaitu terkait dengan pengelolaan investasi. 1. Biaya akuisisi asuransi/biaya pengelolaan risiko/biaya awal Biaya akuisisi asuransi biasanya digunakan untuk operasional perusahaan dan pembayaran komisi agen. Namun, besaran biaya ini berbeda-beda antar produk unit link. Biasanya, biaya ini dikenakan selama 3-5 tahun sesuai dengan pemberian komisi kepada agen asuransi. Biaya ini dikenakan dengan besaran sebesar persentase tertentu dari premi dasar unit link. Nah, setiap premi reguler ini merupakan kombinasi antara premi dasar regular dan premi top regular. Biaya akuisisi jumlahnya cukup besar secara persentase, namun jumlahnya menurun setiap tahun. Sebaiknya kamu memperhatikan komposisi premi dasar regular dan premi top up regular. Untuk memaksimalkan investasi pada asuransi unit link, maka komposisi yang sesuai adalah premi top regular lebih besar daripada premi dasar regular. Sehingga biaya akuisisi yang dikenakan tidak terlalu menggerus saldo investasi. 2. Biaya polis Biaya yang satu ini dikenakan untuk aktivitas pencetakan, penjilidan, pengemasan, dan pengiriman polis. Ada juga biaya materai polis. Ingat, materai digunakan untuk keabsahan hukum. Besaran biaya polis asuransi biasanya berkisar antara – Jangan khawatir, biaya polis hanya dikenakan hanya sekali pada awal penerbitan polis saja. 3. Biaya administrasi Sama seperti perjanjian lainnya, di sini ada juga biaya administrasi. Biaya yang satu ini digunakan untuk layanan operasional kepada pemegang polis. Adapun administrasi yang dimaksud yakni notifikasi tagihan jatuh tempo atau penerimaan premi/kontribusi via handphone, layanan informasi saldo investasi, dan layanan lainnya. Biayanya berkisar antara – per bulan. Nah, biaya administrasi ini juga perlu kamu pertimbangkan karena akan selalu ada pada setiap produk asuransi. Misalnya, kalau kamu akan membayar biaya asuransi Prudential, selain premi, biaya administrasi ini juga wajib dibayarkan. 4. Biaya asuransi/cost of insurance Inilah yang disebut juga premi. Aktuaria perusahaan asuransi telah menghitung dana yang akan digunakan untuk membayarkan manfaat asuransi jika pihak tertanggung mengalami risiko. Pada penerapan asuransi syariah, biaya disebut dana Tabarru atau dana tolong-menolong dengan akad hibah dari peserta asuransi. Besaran biaya ini tergantung pada usia tertanggung. Semakin tua pihak tertanggung, semakin besar biayanya karena manfaat yang didapat pun semakin banyak. 5. Biaya pengelolaan investasi atau management fee Terkhusus asuransi unit link yang produknya tidak hanya proteksi tetapi juga investasi, biaya pengelolaan investasi memang ada. Dalam pengelolaan investasi pemegang polis, perusahaan asuransi bekerja sama dengan bank kustodi sebagai tempat penyimpanan dana investasi. Nah, kerja sama ini tentunya membutuhkan biaya pengelolaan atau biasa disebut management fee. Besarnya sekitar 1% – 5% per tahun dari dana kelolaan. 6. Biaya penarikan dana atau withdrawal fee Biaya ini dikenakan jika terjadi penarikan dana. Besarnya kecil, kok. Hanya 1% – 5% dari dana yang ditarik. Perusahaan meyakini bahwa biaya penarikan ini dibebankan supaya pemegang polis tidak seenaknya mengambil uang premi yang telah disetorkan. Beberapa perusahaan asuransi jiwa mengenakan biaya ini sepanjang masa berlaku polis. Tetapi ada juga yang hanya dibebankan pada beberapa tahun pertama saja. Biaya ini digunakan untuk biaya pencairan dana dari investasi jika memang ada. Biaya ini ditetapkan supaya dana kelolaan bisa berkembang untuk jangka waktu investasi yang lama. 7. Biaya pengalihan dana atau switching Sesuai namanya, biaya pengalihan dana hanya dibebankan jika pemegang polis unit link memutuskan untuk memindahkan penempatan dana investasi. Sehingga, biaya pengalihan dana memang hanya berlaku pada jenis unit link. Dalam perjalanannya, pemegang polis diperkenankan untuk memindahkan sebagian atau seluruh dana investasi yang ia miliki ke media lain. Nah, pada saat inilah biaya pengalihan dana atau switching dibebankan. Besarnya biaya berkisar antara – per transaksi pemindahan dana. 8. Biaya pembatalan polis Pemegang polis yang ingin melakukan pembatalan polis asuransi mobil, kesehatan, ataupun jiwa dalam kurun waktu tertentu akan dikenai biaya pembatalan. Istilah ini biasanya disebut free look atau cooling off. Besarnya lumayan, yaitu hingga ratusan ribu rupiah. Apabila memutuskan untuk membatalkan polis, maka pemegang polis juga mendapatkan pengembalian premi yang sudah dibayarkan sebelumnya. 9. Biaya pemeliharaan Biaya yang satu ini terhitung jarang. Biasanya biaya ini dikenakan hanya pada asuransi yang tidak memiliki biaya akuisisi, yaitu jenis dwiguna atau premi tunggal. Biaya pemeliharaan nominalnya cenderung kecil dan hanya dikenakan di beberapa tahun pertama. Nilainya kecil sekali sampai-sampai nyaris tak terlihat, yaitu 0,5% per tahun dari nilai polis yang terbentuk. 10. Biaya redemption/surrender Biaya ini sama halnya dengan biaya pembatalan polis. Semakin awal kamu membatalkan atau menutup polis, semakin besar biaya yang harus kamu keluarkan. 11. Biaya asuransi tambahan Apabila polismu memiliki manfaat tambahan atau umumnya disebut rider, maka siap-siap harus membayarkan biaya ini. Namun tidak perlu pusing, biaya ini sama saja dengan biaya yang disebutkan di atas, kok. Biaya tambahan hanya dikenakan kalau nasabah ingin mendapatkan tambahan manfaat, misalnya dari asuransi rider. Secara spesifik, biaya asuransi adalah biaya-biaya yang perlu dibayarkan seputar polis asuransimu. Contoh jenis-jenis biayanya seperti yang telah disebutkan di bagian sebelumnya, meliputi biaya premi, biaya akuisisi, biaya administrasi, dan lain sebagainya. Untuk kata asuransi sendiri berasal dari kata bahasa Perancis kuno, yaitu enseurance yang artinya dalam bahasa Inggris menjadi ensure. Sedangkan kata ensure sendiri artinya memastikan atau menjamin. Sehingga fungsi dan tugas perusahaan asuransi adalah menjamin atau memberikan jaminan kepada para nasabah asuransi apabila terjadi risiko yang tertera di dalam perjanjian. Saat ini, untuk bisa membeli produk asuransi, kamu bisa memanfaatkan sarana digital. Banyak penyedia layanan asuransi yang menyediakan pilihan asuransi online untuk proses yang lebih praktis dan mudah. Biaya asuransi kesehatan yang ideal per bulan Menurut Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi periode 2014-2019, M. Nasir, biaya kesehatan di Indonesia termasuk mahal jika dibandingkan beberapa negara tetangga. Apalagi, biaya rumah sakit dari tahun ke tahun pun naiknya sekitar 10-20%. Tentu hal ini akan memberatkan ketika akan berobat. Untuk menghubungkan biaya kesehatan dan gaji kamu tetap seimbang dan lancar dalam membayar premi, kamu bisa meminta bantuan financial planner dari asuransi yang kamu pilih. Dengan mengisi pemetaan keuangan yang terdiri dari jenis tabunganmu, nominalnya, tunggakan atau kredit, kamu akan mendapatkan gambaran premi yang ideal sesuai dengan profil keuanganmu. Premi yang ideal digambarkan sebagai jumlah biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan manfaat yang tepat. Semakin besar manfaat asuransi yang diinginkan, maka preminya semakin mahal. Tentukan kebutuhan asuransimu yang tepat dan konsultasikan bersama agen asuransimu untuk mendapatkan referensi produk dengan polis asuransi yang tepat. Biaya asuransi mobil yang ideal per bulan Pada asuransi mobil, ada dua jenis yang bisa dipilih, yaitu asuransi mobil all risk atau asuransi Total Loss Only TLO. Biaya asuransi mobil akan ditentukan berdasarkan jenisnya. Berapa biaya asuransi mobil all risk? Asuransi mobil all risk memberikan manfaat perlindungan yang komprehensif, menanggung segala bentuk risiko. Ini membuat biaya preminya pun sedikit lebih mahal. Untuk asuransi mobil all risk, biaya idealnya adalah sekitar 1,05-4,2 persen, tergantung harga mobil dan wilayah domisili. Biaya ini sudah disesuaikan dengan ketentuan tarif asuransi all risk nasional. Biaya asuransi mobil TLO Sementara, untuk asuransi TLO biasanya biayanya akan lebih rendah, karena cakupan perlindungannya juga berbeda. Biayanya biasa kurang dari 1 persen dari harga mobil. Manfaat perlindungannya akan diberikan apabila kerugian mobil mencapai lebih dari 75 persen nilai mobil sebelum kerugian. Sebagai gambaran, coba gunakan kalkulator premi asuransi mobil dari Lifepal berikut ini untuk menghitung premi asuransi mobil. Biaya asuransi jiwa yang ideal per bulan Untuk biaya asuransi jiwa, cara perhitungannya mungkin akan sedikit berbeda. Total biaya yang perlu dibayarkan akan disesuaikan dengan tarif premi dan jumlah pertanggungannya. Jadi, nilai premi untuk setiap individu tidak selalu sama. Rumusnya adalah Jumlah Premi = Tarif Premi x Jumlah Pertanggungan Nah, untuk mengetahui berapa jumlah pertanggungannya, kamu bisa mencoba menghitung dengan kalkulator uang pertanggungan berikut ini. Keuntungan memiliki asuransi saat muda Kita harus menyadari bahwa risiko bisa dialami oleh siapa pun pada umur berapa pun. Kalau kamu di masa muda tidak memperhatikan kesehatan, maka waspadalah dengan risiko yang terjadi di masa tua. Memiliki asuransi harus dimulai sejak dini karena premi yang dibayarkan ketika kamu masih muda jauh lebih kecil jumlahnya, tapi tetap bisa mendapatkan manfaat secara maksimal. Tips dari Lifepal! Risiko pada saat masih muda belum terlalu kompleks dibandingkan saat sudah tua. Itulah kenapa usia muda adalah waktu yang tepat untuk membeli asuransi. Jika pun kamu sudah menikah dan berkeluarga, kepentingan untuk memiliki asuransi menjadi sesuatu yang sifatnya darurat. Karena, akan ada anggota keluarga lain yang perlu ditanggung. Oleh sebab itu, jangan ragu untuk mengambil langkah antisipasi dengan membeli asuransi sejak dini. Baik itu asuransi jiwa, asuransi kesehatan, maupun asuransi lainnya. Pertanyaan seputar biaya asuransi Apa saja jenis-jenis biaya asuransi?Jenis-jenis biaya asuransi yaitu ada biaya akuisisi, biaya polis, biaya premi, biaya pengalihan dana, biaya pengelolaan investasi pada asuransi unit link, biaya pembatalan polis, biaya administrasi, biaya penarikan dana, biaya pemeliharaan, biaya redemption/surrender, dan biaya tambahan. Berapa idealnya biaya asuransi kesehatan setiap bulan?Untuk mendapatkan referensi biaya kesehatan yang ideal berdasarkan gaji kamu supaya tidak membebani pembayaran premi, kamu bisa meminta bantuan financial planner dari agen asuransi kesehatan pilihanmu. Dengan mengisi pemetaan keuangan yang terdiri dari jenis tabunganmu, nominalnya, tunggakan atau kredit, kamu akan mendapatkan gambaran premi yang ideal sesuai dengan profil keuanganmu.
Suatujumlah uang tertentu yang diterima pada waktu yang akan datang jika dinilai sekarang maka jumlah uang tersebut akan berbeda nilainya dengan jumlah uang tertentu yang diterima saat ini. Cari nilai sekarang dari $1000 yang akan diterima di tahun ke-7. $1000(0,6651) = $ 665,10 Merupakan suatu pinjaman yang akan dibayarkan dalam
Uang pertanggungan asuransi adalah sejumlah uang yang diberikan oleh penanggung atau perusahaan asuransi kepada pihak tertanggung apabila terjadi risiko sebagaimana yang tercantum dalam polis. Uang pertanggungan asuransi merupakan salah satu istilah dalam asuransi yang penting sekali dipahami karena menyangkut besaran dana yang ahli waris dapatkan jika terjadi risiko pada tertanggung seperti meninggal dunia atau cacat tetap. Jumlah uang pertanggungan sendiri sudah disepakati saat awal membeli polis asuransi dan besaran UP masing-masing nasabah bisa berbeda yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan. Sebagai nasabah, kamu dapat menentukan uang pertanggungan yang dibutuhkan dengan memperhitungkan beberapa faktor. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini. Cara Menghitung Uang Pertanggungan Asuransi Jiwa Setiap nasabah asuransi tidak selalu mendapatkan jumlah uang pertanggungan asuransi yang sama, ini dikarenakan nilai UP akan disesuaikan dengan manfaat polis masing-masing nasabah. Ketika akan membeli asuransi jiwa, ada baiknya kamu sudah memperhitungkan berapa UP yang kamu butuhkan. Ada beberapa metode untuk mengetahui jumlah UP asuransi jiwa yang ideal, yaitu 1. Metode human life of value Pada metode ini, uang pertanggungan dihitung berdasarkan pendapatan bulanan dan juga estimasi waktu pensiun atau masa asuransi. Sederhananya, perhitungan ini mengestimasikan dana yang bisa kamu dapatkan dalam kurun waktu tertentu sehingga disebut dengan nilai hidup atau human life of value. Ketika menghitung UP dengan metode ini, kamu juga bisa memperhitungkan estimasi kenaikan gaji atau keuntungan apabila uang tersebut disimpan di instrumen investasi tertentu. Gunakan kalkulator berikut ini untuk mengestimasikan UP berdasarkan nilai hidup yang kamu butuhkan. 2. Metode income based value Metode income based value adalah metode perhitungan uang pertanggungan asuransi jiwa berdasarkan pendapatan. Cara perhitungan ini cukup sederhana karena hanya membutuhkan data pendapatan saat ini dan juga estimasi kenaikan pendapatan setiap tahunnya, hampir sama dengan perhitungan nilai hidup. Bedanya adalah, pada perhitungan sebelumnya, jangka waktu yang diperhitungkan adalah jangka waktu pensiun, sedangkan pada metode income based value ini yang diperhitungkan adalah estimasi berapa tahun UP ini diharapkan cukup untuk menanggung biaya hidup ahli waris. Gunakan kalkulator di bawah ini untuk menghitung uang pertanggungan asuransi jiwa berdasarkan pendapatan. 3. Metode financial needs based value Metode selanjutnya adalah metode perhitungan menggunakan pengeluaran. Secara sederhana perhitungan ini sebenarnya sangat mirip dengan perhitungan berdasarkan pendapatan. Namun untuk perhitungan yang lebih detail, dibutuhkan perhitungan yang lebih rumit. Pasalnya yang diperhitungkan di sini hanya rata-rata pengeluaran, sedangkan tentunya ada banyak pengeluaran di luar dari pengeluaran bulanan, seperti biaya sekolah, dan lainnya. Jadi selain menghitung pengeluaran tetap, disarankan juga untuk mendata pengeluaran besar seperti dana pendidikan anak tersebut. Selain itu, jangan lupa juga untuk memperhatikan faktor inflasi dalam perhitungan. Secara sederhana, kamu bisa menggunakan kalkulator berikut ini untuk mengestimasikan UP berdasarkan pengeluaran. 4. Needs Analysis Approach Salah satu metode lainnya yang bisa digunakan untuk menghitung uang pertanggungan asuransi jiwa adalah melalui pendekatan Needs Analysis Approach. Pendekatan perhitungan ini lebih lebih kompleks daripada metode lainnya karena fokus pada pemenuhan kebutuhan tertanggung atau ahli waris juga nilai asuransi jiwa yang sudah dimiliki oleh tertanggung. Dalam menentukan kebutuhan uang pertanggungan UP dalam asuransi jiwa, pendekatan analisis kebutuhan needs analysis approach dapat menjadi salah satu metode yang efektif. Pendekatan ini melibatkan evaluasi yang holistik terhadap kebutuhan finansial individu atau keluarga yang diasuransikan. Misalnya, Pak Budi memiliki istri dan seorang orang anak yang masing-masing orang kebutuhannya sekitar Rp3 juta per bulan. Untuk kebutuhan dana pendidikan anaknya, diperkirakan sekitar Rp1 miliar hingga jenjang S1. Pak Budi ternyata sudah memiliki asuransi jiwa senilai Rp400 juta dan aset sekitar Rp300 juta. Dengan menggunakan variable yang sudah disebutkan di atas, maka pendekatan cara hitung uang pertanggungan asuransi adalah dengan menjumlahkan seluruh kebutuhan isteri dan anak hingga mandiri, termasuk dana pendidikan. Hasilnya dikurangi dengan uang pertanggungan yang sudah dimiliki dan aset yang ada saat ini. Jadi, dalam pendekatan ini, berbagai faktor dan variabel diperhitungkan untuk menentukan UP yang sesuai, sehingga mampu memberikan perlindungan yang memadai dalam berbagai situasi. Hal yang Harus Dipertimbangkan Saat Menentukan Uang Pertanggungan Asuransi Ketika akan menentukan nilai uang pertanggungan asuransi jiwa, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar manfaat asuransi tersebut nantinya benar-benar bisa bermanfaat dan memenuhi kebutuhan. Oleh karena itu, pertimbangkan dulu hal-hal ini 1. Nilai ekonomis Nilai ekonomis adalah hal pertama yang perlu dipertimbangkan. Nilai ekonomis ini menggambarkan kemampuan ekonomimu. Untuk mengetahui seperti apa kemampuan ekonomi kamu dan keluarga, kamu bisa menghitung jumlah pendapatan bersih setiap bulannya serta total pengeluaran keluarga. Pendapatan bersih adalah jumlah pendapatan yang sudah dikurangi dengan potongan untuk tunjangan, pajak, dan sebagainya. 2. Menentukan ahli waris Biasanya, ahli waris adalah pihak yang akan mendapatkan UP ketika tertanggung atau pemilik asuransi jiwa mengalami kerugian, baik cacat total atau meninggal dunia. Tapi, pertimbangkan juga seperti apa beban tanggungan ahli warismu nantinya. Apakah ahli waris yang kamu tunjuk juga menanggung biaya hidup anggota keluarga lainnya, seperti istri, anak, adik, orang tua, dan sebagainya. 3. Sangkut paut dengan pihak lain Dalam beberapa jenis asuransi, sangkut paut dengan pihak lain akan turut mempengaruhi besaran UP yang diberikan. Misalnya saja, kalau tertanggung memiliki utang piutang dengan pihak lain maka hal ini akan menjadi pertimbangan yang menentukan besaran UP. Berapa Nilai Uang Pertanggungan Asuransi yang Ideal? Berbeda perusahaan, berbeda pula besaran uang pertanggungan yang akan akan diberikan. Ada yang besarnya puluhan juta atau bahkan mencapai miliaran rupiah. Jadi, kamu bisa memilih besaran uang pertanggungan asuransi tersebut sesuai dengan kebutuhan kamu. Misalnya, kamu sekarang membutuhkan uang pertanggungan sebesar Rp200 juta, maka nilai tersebut bisa berubah di beberapa tahun mendatang. Hal ini disebabkan, setiap tahun biaya hidup mengalami kenaikan akibat adanya inflasi. Umumnya, inflasi di Indonesia 6-7 persen setiap tahun. Nilai uang pertanggungan asuransi Rp200 juta saja, dalam dua tahun saja nilai riilnya atau daya belinya turun menjadi Rp178 juta karena harga barang yang naik. Untuk itu, idealnya uang pertanggungan asuransi bisa dihitung berdasarkan pengeluaran bulanan dan mempertimbangkan inflasi. Namun, perlu diperhatikan juga bahwa besaran UP yang dipilih akan menentukan premi asuransi yang harus dibayarkan setiap bulannya. Semakin besar uang pertanggungannya, makan akan semakin tinggi juga harga preminya. Karakteristik Uang Pertanggungan yang Bermanfaat Seperti yang disebutkan sebelumnya, kalau kamu salah menentukan uang pertanggungan asuransi jiwa, maka manfaatnya tidak bisa dirasakan dengan maksimal. Setidaknya ada 4 karakteristik yang menggambarkan UP yang bermanfaat, yaitu 1. Liabilities Uang yang didapatkan dapat digunakan untuk membayar utang sehingga tertanggung tidak mewarisi utang kepada ahli waris pasangan atau anak. 2. Income Uang yang didapatkan juga perlu dipersiapkan untuk pemasukan atau biaya kehidupan pasangan di kemudian hari. 3. Final expenses Uang pertanggungan asuransi jiwa juga harus dapat membiayai pengeluaran-pengeluaran akhir, misal melunasi rumah sakit, biaya penguburan atau kremasi, membayar rumah duka, dan lain sebagainya. 4. Education fund or estate Terakhir, dalam menentukan jumlah pertanggungan asuransi jiwa, perlu mempertimbangkan biaya pendidikan anak paling tidak sampai anak selesai kuliah S1. Jadi selalu pastikan untuk memilih produk-produk asuransi jiwa yang tepat dengan disertai UP yang didasari dengan keempat faktor keamanan di atas agar keuangan keluarga dan ahli waris terjamin. Jenis-Jenis Asuransi yang Memberikan Uang Pertanggungan Ada beberapa jenis asuransi yang memberikan uang pertanggungan yakni sebagai berikut. 1. Asuransi Jiwa Salah satu jenis asuransi yang memberikan uang pertanggungan adalah asuransi jiwa dan memang inilah tujuan utama dari memiliki asuransi jiwa. Jenis asuransi yang satu ini dirancang supaya dapat melindungi keluarga tertanggung dari risiko kehilangan pendapatan akibat meninggal dunia maupun cacat tetap. Ketika kamu memiliki asuransi jiwa, pihak asuransi akan memberikan uang pertanggungan kepada keluarga atau ahli warismu dalam bentuk tunai atau sejumlah uang tertentu yang telah disepakati di awal. Uang pertanggungan ini dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan finansial seperti biaya hidup, pendidikan anak, atau pembayaran hutang tertanggung. 2. Asuransi Kecelakaan Selain asuransi jiwa, terdapat juga asuransi kecelakaan yang memberikan uang pertanggungan. Asuransi kecelakaan ini memberikan perlindungan finansial jika kamu mengalami kecelakaan yang menyebabkan cidera atau cacat tetap. Jadi, uang pertanggungan hanya akan bisa didapatkan oleh ahli waris bila tertanggung meninggal karena kecelakaan dan bukan sebab-sebab lainnya. 3. Asuransi Penyakit Kritis Asuransi penyakit kritis juga merupakan jenis asuransi yang memberikan uang pertanggungan. Asuransi ini memberikan perlindungan finansial jika kamu didiagnosis menderita penyakit kritis seperti kanker, serangan jantung, stroke, atau penyakit serius lainnya. Uang pertanggungan dari asuransi penyakit kritis dapat digunakan untuk biaya perawatan medis, pengobatan, atau bahkan penggantian pendapatan selama masa pemulihan. Apakah Uang Pertanggungan Asuransi Kena Pajak? Perlu dipahami bahwa santunan yang didapatkan dari asuransi tidak termasuk sebagai objek Pajak Penghasilan PPh 21. Sementara, objek pajak diwajibkan untuk membayar pajak PPh. Karena tidak termasuk objek PPh, maka uang pertanggungan asuransi tidak dikenakan Pajak Penghasilan PPh, khususnya jika UP didapatkan dari asuransi jiwa murni, bukan asuransi jiwa unit link. Meski begitu, ketika melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan SPT Pajak, kamu tetap perlu menyebutkan adanya UP yang didapat dari asuransi. UP tersebut hanya akan dilaporkan saja, tapi tidak ikut dikenakan pajak. Tips dari Lifepal! Ada banyak sekali jenis asuransi jiwa yang tersedia di Indonesia dengan jumlah uang pertanggungan yang beragam. Sebelum menentukan produk mana yang dipilih, pastikan kamu sudah memperhitungkan dengan baik besaran UP yang kemungkinan nanti dibutuhkan keluarga untuk menunjang kehidupan sehari-hari hingga dapat mandiri secara finansial. Apabila kamu memiliki utang lain seperti KPR atau kredit lainnya, sebaiknya pastikan untuk membeli asuransi jiwa kredit sehingga UP dalam asuransi jiwa ini bisa difokuskan untuk kebutuhan ahli waris. Lalu, jangan samakan juga asuransi dengan tabungan. Meskipun sudah memiliki asuransi, tabungan untuk masa depan tetap diperlukan. Pasalnya, manfaatnya asuransi hanya akan didapatkan apabila terjadi risiko. Pertanyaan Seputar Uang Pertanggungan Asuransi Jiwa Bisa. Pencairan atau proses klaim uang pertanggungan asuransi jiwa akan dicairkan saat terjadinya klaim oleh pemegang polis ketika mengalami munculnya risiko tertentu yang dijamin, sesuai dengan perjanjian asuransi kedua belah pihak. Berapa uang asuransi kematian?Uang asuransi kematian atau uang pertanggungan asuransi jiwa bergantung pada kesepakatan antara tertanggung dan penanggung. Pemegang polis dapat menentukan besaran uang santunan asuransi sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan. Kisarannya bisa jutaan hingga miliaran rupiah. Apa itu uang pertanggungan dalam asuransi?Uang pertanggungan atau UP asuransi adalah sejumlah uang yang diberikan kepada tertanggung dari penanggung perusahaan asuransi apabila terjadi risiko seperti yang ada di dalam polis. Berapa nilai uang pertanggungan asuransi yang ideal?Nilai uang pertanggungan asuransi jiwa yang ideal akan berbeda untuk setiap orang dan setiap keluarga, karena kondisi keuangan dan kebutuhan pengeluaran per bulan setiap orang dan setiap keluarga berbeda-beda. Nilai uang pertanggungan yang ideal juga harus dibandingkan dengan premi yang dibayarkan setiap bulannya. Bagaimana cara menghitung premi asuransi jiwa?Perhitungan premi asuransi jiwa didasarkan beberapa faktor seperti usia, jenis kelamin, jenis polis, dan besaran uang pertanggungan. Selain itu, jangka waktu asuransi dan metode jangka waktu pembayaran premi juga akan berpengaruh pada besaran preminya. Besaran premi asuransi jiwa mulai dari pulihan ribu hingga jutaan rupiah. Berapa biaya asuransi jiwa?Besaran biaya asuransi jiwa atau preminya berbeda-beda, bergantung besaran manfaat dan profil nasabah. Selain itu, dalam premi asuransi, tidak semua dananya dialokasikan untuk asuransi, tapi juga ada biaya akuisisi, biaya administrasi, dan biaya lainnya. Pada asuransi unit link, ada juga biaya investasi, biaya pengelolaan investasi, biaya pengalihan dana investasi, dan masih banyak lagi.
H1ECmr. 233 127 5 466 93 118 350 331 362
jumlah uang yang dibayarkan pada waktu tertentu kepada asuransi