Tulisan ini menceritakan tentang seorang anak yang karena perbuatannya, baaanyak orang diberkati. Saya ambil cerita ini dari kitab Yohanes 61-13 Waktu itu Yesus dan murid2Nya berangkat ke danau Tiberias. Dan ketika orang2 mendengar berita itu, mereka menyusul ke danau Tiberias mendahului Tuhan Yesus dan rombongannya. Setiba disana, Yesus melihat orang banyak tersebut, dan Yesus mulai mengajar dan menyembuhkan mereka yang sakit. Tanpa terasa hari semakin malam. Lalu murid2nya berkata” Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan dan mencari tempat penginapan di desa2 dan di kampung2 sekitar ini, karena disini kita berada di tempat yang sunyi” Yesus menjawab “Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan” Murid-muridnya berkata lagi “Jadi haruskan kami membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan? roti seharga 200 dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing2 mendapat sepotong kecil saja” Lalu Yesus berkata “berapa banyak roti yang ada padamu?cobalah periksa!” Nah disaat inilah muncul seorang anak. Seorang anak yang biasa. Karena hari itu mungkin sekolah lagi libur, atau tugas2nya di rumah sudah beres semua. Dengan membawa bekal makanan yang sederhana yaitu 5 roti dan 2 ikan yang dipersiapkan oleh ibunya ia pergi dan mendatangi tempat dimana Yesus mengajar. Setiba disana, seperti kebanyakan anak pada umunya, yang suka untuk berada di depan, ia pun menerobos kerumunan orang banyak hingga sampai di depan sendiri. Ketika ia berada di depan, ia melihat bagaimana Yesus dengan sibuknya berjalan kesana kemari, dengan wajah yang berkeringat dan raut muka lelah namun tetap tersenyum dan ramah dalam melayani orang banyak saat itulah ia mulai kagum dan suka dengan Yesus. Mungkin saja waktu itu ia mendengar pengajaran Yesus tentang memberi “berbahagialah orang yang memberi daripada diberi”, atau menjadi garam dan terang dunia. Sehingga ketika secara tidak sengaja anak ini mendengar perkataan Yesus “berapa banyak roti yang ada padamu? cobalah periksa!” Ia melakukan hal di luar kebiasaan. Biasanya anak-anak tidak suka berbagi. Semuanya milikku. Namun anak ini berbeda, ia memberikan semua yang ia miliki. Ia memberikan semua bekalnya kepada Yesus. Lalu Yesus memberkati 5 roti dan 2 ikan sehingga bisa memberi makan 5000 orang dan masih tersisa 12 bakul penuh dengan potongan2 roti. Matematika mengajarkan 1+1 =2 Namun Firman Tuhan mengajarkan 5 roti + 2 ikan + Tuhan Yesus = 5000 orang dan 12 bakul Dari cerita diatas, supaya kita bisa dipakai Tuhan, yang bisa kita lakukan adalah Menyukai Yesus, yaitu dengan mulai membaca Firman Nya Memiliki iman yang polos, percaya bahwa Tuhan bisa memakai hal sekecil apapun yang kita miliki untuk memberkati banyak orang. Tulisan ini saya akhiri dengan cerita berikut ”Berawal dari 57 sen” Kisah nyata ini terjadi pada akhir tahun 1800-an di Philadelphia. Seorang gadis kecil yang bernama Hattie May Wiatt berdiri terisak di dekat pintu masuk sebuah gereja yang tidak terlalu besar, ia tidak diperkenankan masuk ke gereja tersebut karena “sudah terlalu penuh”. Pdt. Russell H. Conwell yang kebetulan lewat menanyakan mengapa ia menangis. “Saya tidak dapat ke Sekolah Minggu” jawab Hattie. Melihat penampilan Hattie yang acak-acakan dan tidak terurus, sang pendeta segera mengerti dan bisa menduga sebabnya ia tidak disambut masuk ke Sekolah Minggu. Segera dituntunnya Hattie masuk ke ruangan Sekolah Minggu dan ia mencarikan tempat duduk yang masih kosong untuk Hattie. Hattie bersama kedua orangtuanya tinggal di daerah kumuh karena mereka tergolong keluarga miskin. Hattie begitu tergugah perasaannya, sehingga sebelum tidur di malam itu ia sempat memikirkan anak-anak lain yang senasib dengan dirinya, yang tidak mempunyai kesempatan untuk ikut Sekolah Minggu. Ketika ia menceritakan pengalamannya itu kepada orang tuanya, sang ibu menghiburnya bahwa dia masih beruntung mendapatkan pertolongan dari bapak pendeta yang baik hati. Sejak saat itu, Hattie bersahabat dengan Pdt. Conwell. Dua tahun kemudian Hattie meninggal. Orang tuanya meminta bantuan Pdt. Conwell untuk memimpin acara pemakaman yang sangat sederhana. Saat pemakaman selesai dan tempat tidur Hattie dirapikan, ditemukan sebuah dompet usang, kumal dan sudah sobek di beberapa bagian. Di dalam dompet tersebut terdapat uang receh sebesar 57 sen dan secarik kertas tulisan tangan Hattie yang isinya sebagai berikut “Uang ini untuk membantu pembangunan gereja kecil agar gereja tersebut bisa diperluas sehingga lebih banyak anak bisa menghadiri Sekolah Minggu.” Rupanya selama 2 tahun, semenjak ia tidak diperbolehkan masuk gereja itu, Hattie telah mengumpulkan dan menabung hingga terkumpul 57 sen untuk maksud yang sangat mulia itu. Ketika Pdt. Conwell membaca catatan kecil ini, matanya sembab dan ia sadar apa yang harus diperbuatnya. Dengan berbekal dompet tua dan catatan kecil ini, Pdt. Conwell segera memotivasi para pengurus dan jemaat gerejanya untuk meneruskan maksud mulia Hattie untuk memperbesar bangunan gereja. Namun ceritanya tidak berakhir sampai di sini. Sebuah perusahaan koran yang besar mengetahui berita ini dan mempublikasikannya. Akhirnya, ada seorang Pengembang membaca berita ini dan ia segera menawarkan suatu lokasi di dekat gereja kecil itu, namun para pengurus gereja menyatakan bahwa mereka tidak mungkin sanggup membayar lokasi sebesar dan sebaik itu. Para anggota jemaat pun dengan sukarela memberikan donasi, bola salju yang dimulai oleh seorang gadis kecil miskin ini pun terus bergulir dan dalam 5 tahun telah berhasil mengumpulkan dana sebesar dollar, suatu jumlah yang fantastik pada saat itu karena dapat dipakai untuk membeli emas seberat 1 ton. Semangat, kasih dan ketulusan hati Hattie ternyata membawa dampak yang luar biasa. Berawal dari 57 sen itu, kini di Philadelphia telah berdiri Temple Baptist Church sebuah gereja dengan kapasitas duduk untuk 3300 orang, Temple University tempat ribuan mahasiswa sedang belajar, Good Samaritan Hospital dan sebuah bangunan khusus untuk Sekolah Minggu dengan ratusan pengajar, semuanya itu untuk memastikan agar jangan sampai ada satu anak pun yang tidak mendapat tempat di Sekolah Minggu. Di dalam salah satu ruangan bangunan ini, tampak terlihat foto Hattie dengan tabungannya sebesar 57 sen yang telah membuat sejarah. Di sampingnya terdapat foto Pdt. Conwell, seorang pendeta yang telah mengulurkan tangannya kepada Hattie, si gadis kecil yang miskin itu. Jangan pernah berkecil hati dengan kondisi kita karena Tuhan bisa memakai hidup kita asalkan kita mau. Tuhan Yesus memberkati.
RotiTawar Mini Double Soft . Sumber Gambar : 176 resep roti pandan enak dan sederhana Cookpad Roti Tawar Kupas Pandan Daun Pandan Susu UHT Full Cream Santan me Sasa 2x65 ml ditambah air Garam Tepung Maizena dicairkan Parutan Keju SKM me milkita Bunda Ei Cheese Pandan Roti Tawar Kupas .
FYdS1. 181 226 149 98 433 320 478 37 438